Pages

Tag Cloud

Blog Guru-guru saya

Powered By Blogger

About Me

Foto saya
Nama saya sebenarnya Lilis Nur Putri Rahayu Saya Lahir Di cilacap, Saya Sekarang sekolah Di SMK NEGERI 1 BANJAR, Saya Kelas XI multimedia. Smk N 1 Banjar adalah salah satu SMK yang mempelajari Pelajaran Multimedia Dan ada Juga Pelajaran TKJ nya, saya Suka Semua Pelajaran Tentang MULTIMEDIA,hhe :D apa lagi waktu pelajaran Tentang Edit video hha.. walu sebener nya gak ada pelajran edit Video.
Baca Selengkapnya Di : http://hacker-baturaja.blogspot.com/2012/02/cara-membuat-tombol-share-melayang-di.html#ixzz1z8uacNNV
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

foto terakhir

Foto-foto Terakhir saat sebelum kejadian itu






Read more...
separador

Kecelakaan Pesawat Sukhoi

Tim Identifikasi Mulai Lakukan Proses Pengecekan Data Korban Sukhoi 

 

Jakarta 6 Tim identifikasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet 100 mulai melakukan proses pengidentifikasian jenazah. Proses tersebut untuk mencocokan data yang sebelumnya telah diperoleh dari pihak keluarga dari Disaster Victim Identification (DVI) di Bandara Halim Perdanakusumah. "Jenazah yang sudah datang lalu diautopsi untuk memperoleh data post mortem. Selesai autopsi akan disesuaikan antara data post mortem dengan ante mortem, yang sebelumnya diperoleh dari keluarga. Jika sudah selesai diidentifikasi, maka akan diserahkan ke pihak keluarga," terang Pusdokkes Mabes Polri AKBP Edy Purnomo, saat ditemui di RS Polri Said Sukanto, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (12/5/2012).

Menurut Edy, lamanya proses pengidentifikasian jenazah, tergantung dengan kondisi jenazah. Karena apabila kondisi jenazah dalam kondisi yang sama sekali tidak bisa dikenali, tentu akan lebih sulit dilakukan identifikasi.

"Lamanya autopsi, dan pencocokan data, tergantung kepada kondisi jenazah. Kalau jenazah hancur sekali, pasti sulit sekali untuk mencocokan, DNA, gigi maupun lainnya," ucapnya.

Sementara itu menurut pantauan detikcom di lokasi, terlihat dua buah tenda besar berwarna putih yang digunakan oleh para keluarga korban untuk menunggu selesainya proses identifikasi. Informasi yang dikumpulkan detikcom, sudah ada 12 anggota yang keluarga mendatangi RS Polri untuk mengetahui proses identifiksi.

Hingga saat ini proses identifikasi masih terus berlangsung. Untuk sementara sudah ada 4 kantung jenazah yang datang ke RS Polri, namun hingga kini belum diketahui berapa jasad didalam keempat kantung tersbut.

 

Sumber : http://news.detik.com 

Read more...
separador

Pencarian Korban

Tim SAR Masih Berusaha Tembus Jurang Berkedalaman 500 Meter 

 

 Jakarta Kondisi alam bertebing tempat kecelakaan Sukhoi Superjet 100 membuat tim SAR kesulitan mengevakuasi para korban. Informasinya masih ada kedalaman kurang lebih 300 meter lagi yang belum bisa ditembus.


"Masih ada sekitar 300 meter kedalaman tebing yang belum ditembus. Tim masih terus mencari akses ke bawah," tutur Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Udjwalaprana Sigit kepada wartawan di Posko Embrio, Cipelang, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/5/2012)Informasi terakhir, tim SAR baru mencapai kedalaman 200 meter tebing. Padahal jurang tempat jatuhnya pesawat bisa mencapai kedalaman 500 meter.

"Berdasarkan informasi terakhir, jurang tempat jatuhnya pesawat bahkan mencapai kedalaman lebih dari 500 meter," katanya.

Selain itu, menurut Sigit, tim evakuasi kembali mengangkat 4 kantung jenazah dari lokasi kecelakaan. Total ada belasan kantung jenazah yang dibawa ke Jakarta.

"Total ada 16 kantung Jenazah yang diberangkatkan melalui jalur udara," terangnya

Sumber : http://news.detik.com
Read more...
separador

Jumat, 11 Mei 2012

Tragedi Gunung Salak

Rentetan Kecelakaan Pesawat di Balik Kecantikan Gunung Salak

Gunung Salak berdiri dengan anggun di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banyak pecinta alam mengungkapkan kekaguman atas keindahan gunung ini dengan cara melakukan pendakian. Namun di balik kecantikan gunung setinggi 2.221 meter ini sederet kecelakaan pesawat berujung maut terjadi di sini.

Beberapa kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di sekitar Gunung Salak antara lain:

29 Oktober 2003

Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

20 Juni 2004

Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu.

26 Juni 2008

Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 Penumpang tewas akibat kecelakaan itu.

30 April 2009

Pesawat latih jenis Sundowner jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang Nicholas Burung meninggal tak lama setelah kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit.

12 Juni 2009

Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Heli Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka.

9 Mei 2012

Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia.

Tak hanya pesawat, manusia yang sedang mendaki pun 'hilang kontak' di kawasan Gunung Salak. Pada April 1987 lalu, tujuh siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kawasan gunung itu. Mereka terperosok ke jurang di Curug Orok yang memiliki kedalaman sekitar 400 meter di punggung gunung.

Dari Wikipedia, Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini.

Gunung ini memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula. Hal ini dikarenakan di jalur yang dilewati jarang ditemukan cadangan air. Meski tergolong sebagai gunung yang rendah, tetapi Gunung Salak memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.

 

Sumber : http://news.detik.com 

Read more...
separador
Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Followers